Wednesday, September 14, 2005

NASKHAH YANG PUNAH


Aku
Kajang-kajang kosong
Helaian-helaian sepi

Hadir tinta mengisi
Kekosongan dibasahi
Kesepian diwarnai

Menjadi
Halaman bertinta
Lembaran berkata

Terselit
Di apit kulit
Rasa terjilid

Namun apa yang ternaskhah
... Tak terkhazanah!
... Terbiar punah!
... Dimamah anai pemusnah!

Dan naskhah terbiar
Bertinta pudar
Berserat longgar
Terkitar

Menjadi aku
Kajang-kajang kosong
Helaian-helaian sepi

MJ
12/09/05

(NOTA: Respon untuk catatan ini, kalau boleh, hendaklah ala-ala puisi juga.)