Wednesday, February 02, 2005
APRESIASI
Naga tak bagi aku minum masa sesi pecah air batu. Dia kata Tok Rimau dan Nazmi dah lapar. Kami pergi makan di Restoran Kancil. Naga, seorang graphic designer, berbicara tentang nasib designer di Malaysia, yang katanya underpaid.
Naga: Kalau di luar negara, design simple-simple pun dibayar mahal-mahal. Tapi di sini, design lawa-lawa pun dibayar murah-murah. Sudahlah dibayar murah, dah siap design diorang komen lagi minta tambah itu ini.
Sambil makan, kami hangguk-hangguk.
Naga: Orang kita tak tahu menghargai seni. Hah... inilah akibatnya bila budak-budak sekolah tak diajar APRESIASI SENI. Subjek Pendidikan Seni di sekolah cuma ajar budak-budak melukis, tapi tak ajar menghargai seni.
Sambil hangguk-hangguk, kami makan.
Tok Rimau: Aku dengar kau cari lawyer?
Naga: Ahah. Tanah aku tu, diorang ambil buat highway bla bla bla... (masukkan soalan exam LAW 280: LAND LAW II di sini)
Mat Jan: Kalau ikut undang-undang kita bla bla bla... (masukkan jawapan exam LAW 280: LAND LAW II di sini)
Naga: Ooo... Aku tengok lawyer ni kerja dia senang saja. Dia buat benda yang sama berulang-ulang. Dokumen-dokumen semua dah ada template. Tapi dia charge mahal. Orang mintak kurang pun dia tak bagi. Kerja mudah, charge mahal, apalah...
Mat Jan: Hah... inilah akibatnya bila budak-budak sekolah tak diajar APRESIASI LAWYER...
Sambil makan, kami gelak-gelak.
# MJ | Permalink
|